Pages

Kamis, 22 Juli 2010

MATAHARIKU

saat kaki ini lelah menapaki terjalnya kerikil tajam kehidupan...
saat jiwa ini rapuh tiada daya dan kekuatan....
saat air mata ini habis menetes menagisi atas angan dan asa yang tak terwujud...
KAU hadir dlm hidupku,memberikan seribu angan dan asa,memberi seribu harapan,memberikan seribu kepercayaan bhw aku dpt melewati ini smw...........

kaulah MATAHARIKU yang selalu ada dan menerangi sudut gelap hati ini meski terkadang kau tertutup awan gelap nmun KAU selalu ada, meghapus setiap air mata yang menetes, mengobati setiap luka di hati meski kadang aku tak menyadari betapa pentingnya akan hadirmu di hidupku,,,
ENGKAULAH..............IBU.................MATAHARIKU................
matahari yang selalu ada untukku,,,matahari yg slalu menerangi jalanku yg gelap matahari yang merupakan sumber kehidupanku.....................

Ku CINTA KAU IBU..........
sungguh mencintaimu..........
bila tuhan izinkan ku...ku ingin terbang ke awan tuk melukis namamu disana..........


aya kireina

Kamis, 24 Juni 2010

mari sambut ramadhan bulan penuh hikmah

dakwatuna.com – Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam (io)


http://www.dakwatuna.com/2008/8-tips-sambut-ramadhan/

Minggu, 13 Juni 2010

bunda

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi seragam berdiri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku s'lalu dimanja
Kata mereka diriku s'lalu ditimang

Nada-nada yang indah
S'lalu terurai darimu
Tangisan nakal bibirku
Tak 'kan jadi deritamu

Tangan halus dan suci
T'lah menangkap tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Kata mereka diriku s'lalu dimanja
Kata mereka diriku s'lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku

Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku s'lalu dimanja
Kata mereka diriku s'lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku...

http://www.ilirik.com/potret_--_bunda.html

Rabu, 02 Juni 2010

SJK ( Sidik Jari Kawan) – Edisi 7

KASIH BUNDA

Cintamu bagaikan surga

Yang tak pernah kuntum indahnya

Kasihmu bagai permata nan berharga nilainya

Sayangmu bagai semesta

Yang memberi nikmat penghuninya

Namun balasku padamu hanya sepenggal cinta

Bunda……

Pernah ku lukiskan jasamu lewat pujian

Tapi maaf malah bualan yang ku ucap

Pernah ku buat istana untuk engkau diami

Tapi malah menjadikanmu seperti babu

Bunda……

Ku kira dengan menggendongmu tawaf dan sya’i

Hutangku padamu akan lunas

Tapi, Engkau yang ku kira bangga

Malah meneteskan air mata

Tak tega melihat anaknya menderita

Pernah ku pergi merantau

Dengan harapan kau tak repot mengurusku

Alangkah kejamnya aku

Malah membuatmu sakit

Karena khawatir dengan keadaanku disini

Bunda….

Dengan apakah aku bisa membalas jasamu

Apakah hanya berbakti……

Dan menjadi diri yang kau restui…….

http://blog.beswandjarum.com/muhammadkhaerulanam/tag/ayah-dan-ibu/

Hati seorang ibu

Hati seorang ibu terlahir jauh sebelum sang bayi lahir.

Dan, begitu elastis

sehingga dapat menjangkau setiap anaknya,

sehingga dapat terpantul kembali setiap kali si anak

mengecewakannya,

sehingga dapat bertambah panjang dalam kesabaran

setiap kali si anak membutuhkannya.

Hati seorang ibu sering menangis lama,

merasakan setiap luka anaknya seakan ia sendiri yang

terluka,

memahami setiap kesalahan anaknya seakan itu kesalahannya.

Hati seorang ibu terkadang lelah,

namun tak pernah menyerah.

Hati seorang ibu adalah milik anaknya

yang senantiasa menghibur serta mempercayai

ketika tak seorangpun mempercayai, ia memahami

ketika tak seorangpun memahami, ia mengasihi

bahkan ketika tak seorangpun dapat melakukannya.

Hati seorang ibu yakin bahwa anaknya adalah pemenang

meski tak seorang pun tahu hal itu

Hati seorang ibu pada akhirnya akan menang

karena kasih itu sendiri yang akan memenangkan di hati seorang anak,

Si anak yang dipenuhi oleh kasih itu,

akhirnya akan mengerti apakah sesungguhnya kasih itu,

Yakni kasih Allah yang manis tercurah

kapanpun dibutuhkan,

sebesar apa pun diperlukan,

Mengumandangkan pesan, lagu, refrain yang berulang …..

“Engkau sangat berharga,

Engkau akan selalu dikasihi,

Engkau pribadi yang berarti,

Engkau milikku selamanya.”

Hingga akhirnya hati seorang anak mempercayai hati seorang ibu.


Referensi :Liany hendra wati.blogdetik.com